Dana Pihak Ketiga Bank Umum di Jatim Tumbuh 12,03%

MAPPI Jatim – Bank-bank umum di Jatim mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12,03% menjadi Rp 293,79 triliun pada triwulan II/2013 dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode sebelumnya yaitu Triwulan I/2013 yang tercatat sebesar 13,85%.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Wilayah IV Jatim, Soekowardojo mengatakan perlambatan pertumbuhan tahunan DPK disebabkan oleh tingginya konsumsi masyarakat sehubungan dengan tibanya tahun ajaran baru dan liburan sekolah.

Sebagaimana periode sebelumnya, struktur DPK Bank Umum di Jawa Timur masih didominasi oleh tabungan dengan nominal mencapai Rp 133,1 triliun atau proporsi sebesar 45,32% dari total DPK. Menyusul kemudian deposito dengan prosentase sebesar 38,62% dan nominal Rp 114,67 triliun, serta giro dengan prosentase sebesar 16,18% dan nominal Rp 45,98 triliun.

Apabila ditinjau dari sisi pertumbuhan, pada periode ini tabungan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,58% (yoy), disusul oleh deposito dan giro dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 11,87% (yoy) dan 5,6% (yoy).

“Trend penurunan suku bunga tabungan, giro dan deposito selama beberapa tahun diharapkan mampu mendorong perbankan di Jawa Timur khususnya bank umum untuk beroperasi dengan lebih efisien,” kata Soeko, hari ini.

Ia menambahkan, kenaikan BI Rate sebesar 0,25 basis point menjadi 6% berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur pada bulan Juni 2013 tidak seketika direspon oleh perbankan dnegan menaikkan suku bunganya.

Apabila ditinjau berdasarkan lokasinya, bank umum di wilayah Kota Surabaya mencatat jumlah penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jatim. Tercatat DPK Bank Umum di wilayah Kota Surabaya mencapai sebesar Rp 172,29 triliun, atau 57,34% dari total DPK bank umum di Jatim. Wilayah dengan DPK terbesar selanjutnya adalah Kota Malang sebesar Rp 26,81 triliun (8,92%), Kota Kediri sebesar Rp 15,15 triliun (5,04%), dan Kabupaten Jember sebesar Rp 12,99 triliun ( 4,32%).

Berdasarkan perkembangan pertumbuhan DPK, Kabupaten Madiun mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi dengan prosentase pertumbuhan sebesar 66,58% (yoy), lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuahn DPK pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 61,51% (yoy).

Wilayah dengan pertumbuhan kinerja penghimpunan DPK terbesar selanjutnya adalah Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 37,48% (yoy), 27,55% (yoy) dan 21,08% (yoy). Senada dengan perkembangan pertumbuhan aset, DPK yang berhasil dihimpun bank umum di wilayah Kabupaten Kediri pada periode lapoan mencatat pertumbuhan negatif sebesar -1,83% (yoy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*