MAPPI-Unhas Siap Kembangkan Magister Penilai Publik

Okky Danuza (kanan) bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas Gagaring Pagalung saat melakukan penandatanganan MoU.

MAPPI Jatim – Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sultan Hasanuddin (Unhas) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas.

Penandatangan MoU dilakukan langsung Ketua Dewan Perwakilan Nasional (DPN) Mappi, Okky Danuza dan Dekan FEB Unhas, Gagaring Pagalung yang disaksikan perwakilan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Direktorat Jendral Kementrian Keuangan.

Kerjasama MAPPI dengan Unhas tersebut merupakan hasil dari pertemuan-pertemuan sebelumnya antara Pengurus DPD MappiSulamapua dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas.

Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan penilai dengan gelar Magister dengan mengantongi sertifikat PDP dan PLP dari Mappi yang nantinya dapat melanjutkan ke tahap Ujian Sertifikasi Penilai.

“Dengan Kerjasama ini juga diharapkan dapat lebih mengenalkan profesi penilai ke masyarakat,” kata Okky usai MoU.

Okky Danuza mengatakan, saat ini masyarakat yang dapat bekerja sebagai penilai, sangat dibutuhkan di Indonesia. Hal tersebut lantaran ada aturan yang mewajibkan setiap korporasi.

“Permintaan penghitungan yang dilakukan oleh pekerja profesional, semakin besar karena ada aturan yang mengharuskan korporasi melakukan penilaian secara profesional,” ungkap Okky.

Dia menyebut, pihaknya berusaha untuk menggandeng perguruan tinggi untuk dimasukkan ke dalam kurikulum. Bahkan Oki mengatakan saat ini Mappi telah bekerja sama dengan sejumlah Universitas terkemuka di Indonesia. Seperti UGM, Undip, Padjajaran, Brawijaya, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Indonesia (UI).

“Kita berusaha gandeng perguruan tinggi untuk dimasukkan ke dalam kurikulum. Di luar pulau jawa baru Unhas yang kerja sama. Ada juga permintaan kerja sama dari salah satu Universitas dari Papua,” tambahnya.

Terkait penilaian, Oki menyebut Mappi telah memiliki kurikulum tersendiri. Namun kerja sama dengan Unhas baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Meski demikian, profesi penilaian bisa masuk di semua fakultas.

“Di Unhas kita bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Namun penilaian dapat masuk semua jurusan, termasuk teknik dan hukum. Teknik penghitungannya, hukum-hukum dalam melakukan perhitungan juga,” jelas Okky.

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Gagaring Pagalung menyebut jika kerja sama tersebut dimaksudkan untuk memberi nilai tambah pada semua lulusan yang ada di Universitas Hasanuddin.

“Kita ingin melengkapi lulusan-lulusan Unhas menjadi sarjana Plus,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*