Terdongkrak LRT, Harga Lahan Sentul City Merangkak Jadi Rp 7 Juta/M2

MAPPI Jatim – Kenaikan harga properti sangat ditentukan oleh faktor pendorong (blower). Faktor pendorong itu adalah kelengkapan fasilitas dan bertambahnya infrastruktur transportasi seperti Light Rail Transit (LRT).

Hal itu dituturkan Andrian Budi Utama, Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. terkait rencana pembangunan jalur LRT koridor Cibubur-Bogor yang akan melintasi kawasan Sentul City. Andrian mengaku optimistis proyek LRT akan berpengaruh positif terhadap prospek Sentul, apalagi salah satu stasiunnya juga akan dibangun di kawasan seluas 3.100 hektar itu.

“Saat ini lahan kawasan perumahan Sentul City sudah mencapai level Rp 7 juta hingga Rp 13 juta per meter persegi. Kalau untuk lahan komersial sudah masuk angka Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per meter persegi,” kata Andrian.

Dia mengatakan karena harga lahan masih relatif lebih rendah dari properti lainnya, apresiasi harga properti di kawasan tersebut akan cenderung relatif lebih tinggi di tahun-tahun mendatang. Saat ini harga properti terendah Rp 900 juta dan tertinggi Rp 20 miliar.

“Pemicunya tentu akselerasi dalam pembangunan infrastruktur dan perkembangan fasilitas lainnya. Dengan bertambahnya fasilitas dan infrastruktur transportasi, harga properti akan tumbuh lebih tinggi lagi,” ujar Andrian.

Proyek LRT sudah diresmikan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2015 lalu. Proyek tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya pemerintah mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek yang diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan total panjang 83,6 kilometer. Tahap pertamanya meliputi tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer (Tahap I A) dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap I B).

Adapun panjang total lintasan LRT untuk tahap kedua mencapai 41,5 kilometer. Tahap kedua itu meliputi lintas layanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol. Seluruh tahap pembangunan diperkirakan rampung 2018.

“LRT memang sudah saatnya disediakan untuk koridor Jakarta-Bogor, mengingat Jakarta dan Bogor sudah merupakan suatu tatanan megapolitan. Dampaknya akan menumbuhkan kegiatan-kegiatan ekonomi baru di sepanjang koridor tersebut,” ujar Andrian.

Ke depan, lanjut Andrian, pihaknya akan menambah fasilitas baru terkait geliat perkembangan infrastruktur tersebut, yaitu menambah pusat perbelanjaan baru. Sentul City rencananya membangun AEON Mall seluas 103.000 m2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*