Dekatkan Profesi Penilai di Organisasi Kepemudaan

MAPPI Jatim – Pertumbuhan ekonomi di Jatim cukup menggembirakan, dimana pada semester I tahun 2012 ini mencapai 7,2 persen. Pertumbuhan itu selain didorong oleh sektor perdagangan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta munculnya wirausaha baru.

Tak heran pada momen pelantikan pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jatim di gedung negara Grahadi, Jumat (7/9/2012) lalu, menjadikan Provinsi Jatim sebagai pusat kewirausahaan pemuda Indonesia. Dengan predikat tersebut, geliat ekonomi di Jatim telah diakui dan membuka potensi bagi seluruh sektor untuk masuk.

Salah satu yang menangkap peluang ini adalah profesi penilai. Hal itu cukup terbuka mengingat Ketua Umum Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI Jatim) Giri Bayu Kusumah juga dipercaya menjadi Bendahara KNPI Jatim.

Menurut Giri, profesi penilai ke depan akan kian dibutuhkan seiring pertumbuhan sektor ekonomi suatu daerah. Oleh karena itu sangat penting untuk terus menyosialisasikan ke masyarakat terutama generasi muda. Keterlibatannya di sejumlah organisasi sosial dan profesi juga diakuinya tak lepas dari upaya untuk itu.

“Jaringan itu penting bagi sebuah usaha termasuk profesi penilai, karena kita bisa lebih mudah untuk menyosialisasikannya. Dengan kian meningkatnya kebutuhan akan jasa penilai ke depan, bukan tidak mungkin kita bisa menjembatani keinginan generasi muda yang ingin mengenal lebih dekat atau bahkan ingin berprofesi sebagai penilai,” ujar Giri.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan bisa menjembatani agar kebutuhan dan visi misi antara organisasi kepemudaan KNPI dan MAPPI Jatim tercapai. Selain aktif di KNPI Jatim, Giri hingga kini juga menjabat Ketua III Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim.

Dorong wirausaha muda

Sementara itu dalam sambutannya di sela pengukuhan pengurus DPD KNPI Jatim Ketua Umum DPP KNPI, Taufan Eko Nugroho Ratorasiko menuturkan, bahwa Jatim memiliki potensi kewirausahaan melalui UMKM yang cukup bagus, sehingga layak untuk dijadikan pusat kewirausahaan pemuda Indonesia.

Menurutnya, penentuan Jatim sebagai pusat kewirausahaan pemuda itu supaya pemerintahan dan perekonomian Indonesia tak hanya terpusat di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. “Ini menjadi program yang dilaksanakan untuk mengurangi angka pengangguran dikalangan pemuda dengan mendorong kewirausahaan serta meningkatkan rasa kekeluargaan bagi pemuda yang kini mulai memudar,” kata Taufan.

Alasan mendorong kewirausahaan dari kalangan pemuda, kata Taufan, karena masalah utama pemuda adalah pengangguran. Dengan mendorong kewirausahaan bagi pemuda, diharapkan akan bisa membuka lapangan kerja bagi generasi muda, karena itu bangsa ini sangat membutuhkan sosok pemuda yang memiliki keahlian dan profesionalisme.

“Saya berobsesi mengubah paradigma KNPI dengan fokus semangat kekeluargaan dimana profesionalisme pemuda Indonesia ditingkatkan,” tuturnya.

Dengan paradigma ini, KNPI sebagai organisasi benar-benar melahirkan pemuda yang memiliki rasa kekeluargaan, nasionalisme dan kebangsaan serta profesional yang mandiri, sehingga mampu membuktikan jatidirinya sebagai insan harapan bangsa.

Ketua KNPI Jatim Blegur Prijanggono menambahkan, pihaknya bercita-cita untuk mengembalikan KNPI kepada jatidiri sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan. Menurutnya, realita sekarang ini KNPI kurang maksimal menjadi wadah berhimpun kepemudaan yang plularis, serta bertendesi menjadi batu loncatan untuk kepentingan politik. Di bawah kepemimpinannya, predikat itu akan dihilangkan secara perlahan.

“Bukan tugas untuk menyelesaikan realitas itu. Tapi inilah tantangan yang harus diselesaikan. Saya setuju dan siap bila ada pernyataan bahwa KNPI kehilangan militansi untuk membawa semangat perubahan dan pembaharuan,” ujarnya.

Blegur juga berjanji akan lebih memperhatikan organisasi kepemudaan di tingkat bawah dengan harapan bisa menyentuh langsung persoalan masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan menjadikan kegiatan kepemudaan di sebuah kecamatan sebagai ujung tombak. “Sebab para pengurus inilah yang mengetahui dan paling mengerti persoalan di sebuah tempat, sehingga benar-benar menyentuh,” tandasnya.

Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo menyatakan dukungannya terkait upaya KNPI menjadikan Jatim sebagai pusat kewirausahaan pemuda Indonesia. Untuk bisa memulai itu, kata Pakde Karwo, pemuda harus mampu membuat ekonomi bangsa berdaulat.

“Pemuda harus berdaulat di bidang ekonomi. Yang muda kenapa masuk dalam konflik horisontal. Jangan sampai itu terjadi dan semua itu harus diredam. Kalau tidak akan rusak,” tegas Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

Ia menegaskan, dalam hal wirausaha itu kini bukan lagi bicara soal pendapat tapi lebih pada pendapatan. “Kalaupun ada gelombang besar dari pasar global, jangan jadikan itu sebagai pasar, namun perkuat kedaulatan ekonomi kita melalui gerakan kewirausahaan dari kaum pemuda,” ungkapnya.

Pakde menambahkan, dengan menjadikan Jatim sebagai pusat kewirausahaan, maka itu dapat menjadi upaya untuk mengurangi disparitas. Hal ini karena investasi selama ini masih tertuju pada DKI Jakarta, Banten, atau Jawa Barat, tapi kini harus beralih di Jatim yang memiliki tren positif alam hal pertumbuhan ekomoni di atas 7 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*