Meski Alot, Pembebasan Lahan Tol Madiun Tahun ini Ditargetkan Kelar

MAPPI Jatim – Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menargetkan proses pembebasan lahan milik warga yang terdampak pembangunan proyek jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono, dapat selesai pada akhir tahun 2013.

“Harapan kami pembebasan lahan bisa rampung pada akhir tahun ini. Panitia pembebasan tanah juga menghendaki proses tersebut segera selesai,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Soekardi, kemarin.

Pihaknya mengakui jika wilayah Kabupaten Madiun tergolong lambat dalam proses pembebasan tanah tersebut dibandingkan dengan daerah lainnya yang ikut terdampak. Ia menilai sejauh ini baru sekitar 1 persen lahan milik warga yang sudah terbayarkan.

“Dari 27 desa di enam kecamatan yang terdampak pembangunan tersebut, baru satu desa yang sudah terbayarkan dengan total lebih dari Rp9 miliar. Tim saat ini akan melanjutkan pada desa kedua,” terang dia.

Yang dimaksudkan tersebut adalah Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 23 titik dengan luas tanah total 3,4 hektare.

“Sebelumnya sudah dilakukan musyawarah antara tim dari Pemkab Madiun dengan masyarakat yang terimbas untuk menetukan harga tanah sesuai aturan yang ada. Warga masih minta waktu untuk berunding,” katanya.

Menurut Soekardi, terdapat beberapa kunci yang menentukan cepat dan tidaknya proses pembebasan tanah. Antara lain, kinerja tim sendiri dan kesadaran dari masyarakat pemilik lahan untuk segera melepaskan tanahnya sesuai harga yang telah ditetapkan bersama.

“Adapun harga tanah yang ditawarkan adalah sesuai dengan “appraisal” atau penilaian tanah tahun 2013. Hanya saja warga pemilik tanah belum menyetujuinya,” kata Soekardi.

Seperti diketahui, pembangunan Tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di Kabupaten Madiun direncanakan sepanjang 36,925 kilometer dengan luas tanah yang terdampak mencapai 2.561.354 meter persegi.

Terdapat 1.786 bidang tanah pada 27 desa di enam kecamatan yang terdampak pembangunan tol tersebut.

Pembangunan tol tersebut, nantinya diprediksi mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya, baik di bidang sosial, ekonomi, dan transportasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*