Perhutani Cari Investor untuk Kelola Lahan Tidur di Madura dan Banten

MAPPI Jatim – Perum Perhutani saat ini memiliki sekitar 2 hektare lahan tidur alias tidak dikelola (sleeping land) di sejumlah daerah. Untuk itu, guna lebih mengoptimalkan aset tersebut, BUMN ini tengah melakukan sertifikasi dan mencari investor yang mau mengelolanya.

Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar mengatakan, pihaknya tengah melakukan optimalisasi aset, dengan memaksimalkan salah satu divisi perusahaan yaitu divisi optimalisasi aset. “Langkah sertifikasi tersebut perlu dilakukan agar nantinya lahan tersebut dapat dikelola oleh perusahaan. Lahan tersebut berada dari Madura sampai Banten,” katanya, kemarin.

Dikatakannya, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan kerjasama dengan investor swasta untuk mengelola aset. Selain itu, Perhutani akan melakukan sertifikasi untuk lahan kawasan hutan seluas 115 ribu hektar.

Saat ini, luas lahan Perhutani sendiri mencapai 2,426 juta hektar atau sekitar 17 persen dari luas daratan Jawa dan Madura. Wilayah Kerja Perhutani itu terdiri dari 630.720 hektar hutan divisi regional Jawa Tengah, 1.136 juta hektar hutan Jawa Timur, dan 659.007 hektar hutan Jawa Barat dan Banten.

Sedangkan, aset Perum Perhutani berupa rumah dinas dan bidang tanah untuk mendukung pengelolaan hutan seluruhnya 25.909 juta meter persegi berada di 4.046 lokasi.

Selain itu, Perum Perhutani telah menyiapkan investasi sebesar Rp200 miliar untuk industri non kayu di Pabrik Gondorukem, Pemalang-Jawa Tengah. Perseroan menargetkan, pendapatan tahun ini sebesar Rp 4,6 triliun berasal dari 52 persen industri kayu, dan 48 persen dari industri non kayu.

“Kami menargetkan komposisi pendapatan perusahaan selama dua tahun ke depan menjadi 55 buat non kayu dan 45 buat kayu,” ujarnya.

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) adalah Lembaga yang dibentuk dengan Peraturan Prsiden No.27 Tahun 2008. Tugas BPWS adalah mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Madura.
    |Dalam Peraturan Presiden No 80 tahun 2019 tercantum program prioritas pembangunan pabrik gula. Kami berpendapat jika sekiranya lahan yang belum produktif Perum Perhutani di Madura dapat dikerjasamakan dengan BPWS, kami akan segera menindaklanjutinya.
    Jika dapat memungkin kami mengharap kami dapat segera membahasnya dengan Perum Perhutani.

    Terima kasih

    Info tentang hal tersebut sangat kami tunggu

    |Deputi Bidang Perencanaan BP BPWS

    Agus Wahyudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*